Blognya Anak Ndeso ™

Informasi | Pendidikan | Renungan | Motivasi

Jual Boneka Murah

Rumus Algoritma Google Pagerank

Toko Boneka Online
Sebuah algoritma kecil menentukan keberhasilan atau kegagalan website di dalam rumus PageRank Google. Disini menjelaskan bagaimana cara kerjanya
Mari kita mulai dengan beberapa logika berikut ini. Internet sangat besar, sebaliknya website sangat kecil. Tidak heran, apabila sebuah website sangat sulit untuk menonjolkan diri dan bersaing dengan milyaran website serupa untuk menampakkan dirinya ke pada seluruh pengakses internet.
Pengguna hanya bisa melihat suatu website apabila ia menjalankan pencarian di Google dan website tersebut berada paling atas dalam daftar hits. Hanya saja, apabila ada ratusan website serupa di internet, yang mana yang akan tampil paling atas atau paling bawa dalam daftar hits?
Jawabannya dituangkan ke dalam sebuah rumus alogaritma PageRank. seperti kita ketahui, PageRank adalah sebuah alogaritma yang telah dipatenkan yang berfungsi menetukan website mana yang lebih penting atau populer. PageRank merupakan salah satu Feature utama mesin pencari Google dan diciptakan oleh pendirinya, Larry Page dan Sergey Brin.
Bagi Anda yang mengenal, memahami, dang menggunakan PageRank, dapat mendongkrak website-nya ke atas daftar hits. Namun, menyalah gunakannya akan dihukum. Namun bagaimana cara kerja PageRank dan kapan sebuah website berada di atas daftar hits?
Cara kerja Rumus PageRank
Di balik Page Rank ada pemikirain yang sederhana sekaligus jenius :
  1. Untuk setiap website ada sejumlah tertentu website lain menempatkan sebuah Hyperlink ke website bersangkutan
  2. Setiap website memiliki sebuah PageRank
  3. Link dari website B ke website A dihitung sebagai satu suara dari B untuk A. Seperti dalam Pemungutan Suara.
  4. Selain itu, PageRank website B memberi bobot suara untuk A. Semakin tinggi PageRank website B, Semakin baik
  5. Faktor-faktor lainnya, berapa banyak link terdapat di website B. Semakin sedikit jumlahnya, semakin baik untuk PageRank website A.
  6. Jumlah semua PageRank sama dengan jumlah semua dokumen di Internet. Jadi, Page Rank adalah pembobotan sebuah dokumen di Internet secara keseluruhan yang tercatat.
PageRank dihitung untuk setiap website, bukan untuk seluruh tawaran website. Oleh karena itu, sebuah artikel tertentu di Webserver bisa jadi mendapat PageRank lebih tinggi dari website-nya sendiri. Sebagai rumus seluruh alogaritma Page Rank tampak seperti Berikut :
PR(A) = (1-d) + d (PR(T1)/C(T1) + ……+ PR(Tn)/C(TN))
Berikut penjelasan rumus diatas : PageRank website A adalah jumlah PageRank website T1 hingga Tn. masing0masing di bagi jumlah link pada website yang bersangkutan. Selain itu, ada faktor peredam, sebuah elemen sangat penting yang selanjutnya masih akan berperan.
Prinsip PageRank dapat diperjelas. Anggaplah seluruh web hanya terdiri atas empat website A, B, C, dan D. dalam contoh masing-masing memiliki nilai PageRank awal “1″. Jumlahnya sama dengan jumlah website. Dalam contoh pertama website B, C dan D masing-masing memiliki sebuah link ke website A dan tidak ada link lainnya. Apabila faktor peredam diabaikan, hasilnya adalah rumus :
PR(A) = 1/1 + 1/1 + 1/1
Page Rank website A adalah 3.
Contoh yang lebih rumit .



Website A memiliki link ke website B dan C. B hanya memiliki sebuah link ke A. C memiliki link ke A, B dan D. D hanya meliki link ke B.
Rumus untuk A akan menjadi :
PR(A) = 1/1 + 1/3
Link dari B bernilai 1, sementara dari C hanya 1/3 dengan jumlah links 3, Hasilnya adalah 1,33.
Untuk B:
PR(B) = 1/2 + 1/3 + 1/1
Dibulatkan hasilnya adalah 1,83.
Untuk C:
PR(C) = 1/2
Hasilnya 0,5
Untuk D:
PR(D) = 1/3
Hasilnya dibulatkan menjadi 0,33
Jumlah PageRank website A, B, C, dan D seharusnya sama dengan jumlah website :
1,33 + 1,83 + 0,5 + 0,33 = 3,99
Kekurangan 0,1 disebabkan oleh pembulatan. Dalam kalkulasi ini masih ada yang kurang. PageRank setiap website tidak disertakan. Sekali lagi kita ambil contoh website B. Apabila kalkulasi disesuaikan dengan PageRank yang didapat dari langkah pertama :
PR(B) = 1/2 + 1/3 + 1/1
didapat term berikut:
PR(B) = 1,33/2 + 0,5/3 + 0,33/1
Hasilnya dibulatkan adalah 1,62. Tentu saja kalkulasi baru PageRank website B mengubah PageRank website A, C, dan D. Nilai baru D kembali mengubah B. Oleh karena itu, Google mendekati PageRank secara iteratif. Google mengambil hasil sebuah putaran untuk kalkulasi dalam langkah iterasi berikutnya. Menurut keterangan Page dan Brin, cukup 100 kali putaran iterasi untuk mencapai secara mendekati nilai PageRank dari milyaran website yang terdapat di Internet.
Faktor Peredam : Menyertakan pengguna dalam kalkulasi
Berdasarkan asumsi Google, PageRank merepresentikan kemungkinan seorang peselancar sampai ke sebuah website dengan mengklik sebuah link. Berhubung peselancar tidak mungkin meng-klik tanpa henti, maka ke dalam rumus dimasukan faktor peredam. Bisa dikatakan, faktor peredam ini mensimulasikan peselancar kehilangan minat mengikuti link. Peredam ini dikalkulasikan ke dalam jumlah voting melalui link ke website. Dalam penjelasan alogaritmanya Sergey Brin dan Larry Page mensyaratkan faktor peredaman 0,85. Bisa diasumsikan, dalam realita Google nilai tersebut berkisar pada 0,85. Berbeda dengan contoh diatas PageRank sebenarnya ditetapkan antara 0 dan 1 sebagai nilai perkiraan. Dari situ didapat pecahan desimal kecil yang menghasilkan PageRank sebuah website dengan nilai 0,01 memiliki kemungkinan sebesar 1% mendapat kunjungan seorang pengguna ketika yang bersangkutan mengklik sebuah link secara kebetulan. Namun, berikut ini masih teka-teki. Apabila PageRank dinyatakan sebagai angka antara 0 dan 1, mengapa pada toolbar Google nilainya ditampilkan antara 1 dan 10 ? Jawabannya, Google mengkonversinya. Bagaimana caranya, tidak jelas. Namun banyak pakar berpendapat, konversinya tidak linear, melainkan logaritmis. Artinya, lompatan PageRank dari 1 ke 2 pada toolbar jauh lebih mudah daripada 9 ke nilai terbaik 10.
Filter PageRank pembantu kecil
Berdasarkan rumus PageRank Google telah menyisir Internet dengan Sukses besar. Namun dengan itu juga timbul masalah, para pengelola website dengan cepat mengetahui cara kerjanya dan berupaya merekayasa agar website-nya terdongkrak ke atas daftar hits. Akibatnya, Google mulai menangkal spammer semacam itu dengan metoda yang selalu baru. Oleh karena itu, saat ini PageRank hanya salah satu dari banyak faktor yang mempengaruhi kedudukan website daftar hits Google. Walau demikian, Page Rank sering diperlakukan seperti Valuta. “Apabila Anda memberi saya dua link dari PageRank 4, saya memberi Anda sebuah link dari website dengan PageRank 5″. Namun, tindakan bertukar link ini tidak ada gunanya. Misalnya, bertukar link antara sebuah website sepakbola dengan website otomotif tidak ada gunanya bagi pembaca dan juga tidak ada dengungnnya di Google. Soalnya, Google memberi nilai lebih tinggi untuk link yang relevan, daripada yang tidak ada kaitannya sama sekali. Jadi apabila Anda mendapat sebuah e-mail dengan tawaran barter link, sebaiknya periksa dulu, apakah website-nya tepat. Apabila relevan tentu ada gunanya.
Kembali ke alogaritma Google, PageRank hanyalah puncak gunung es. Di bawah tampilan Google tersembunyi banyak filter dan metoda penilaian untuk website dan hasil pencarian (Daftar hits)
Website Page Rank 10
Website yang masuk ke dalam PageRank 10 ini hanya tersedia bagi dewa-dewi internet. Daftar berikut menampilkan website Olympus atau istilah website-website yang mempunyai nilai paling tinggi, di sortir berdasarkan jumlah backlink ke website yang bersangkutan
  1. Google
  2. US Goverment
  3. MIT
  4. NASA
  5. Real
  6. Departement of Energy
  7. The White House
  8. Adobe
  9. National Science Foundation
  10. World Wide Web Consortium 
Sumber http://pcbestfriends.wordpress.com/2011/05/


Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Teknologi Informasi dengan judul Rumus Algoritma Google Pagerank. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://si-irung.blogspot.com/2012/07/rumus-algoritma-google-pagerank.html. Terima kasih!
Ditulis oleh: Ratu Wisata - Kamis, 19 Juli 2012

Belum ada komentar untuk "Rumus Algoritma Google Pagerank"

Posting Komentar